Hal-hal yang harus dipahami sebelum melaksanakan hipnosis




Home – Proses hipnosis adalah proses mengubah seorang objek atau suyet dalam keadaan normal (dengan beberapa fokus pikiran) ke kondisi hipnosis (dengan fokus pikiran menjadi satu). 
Dalam keadaan terhipnosis, suyet (orang yang dihipnosis) cenderung lebih sugestif sehingga dapat mendapatkan sugesti atau saran. Perilaku gres setelah proses terminasi (setelah bangkit dari kondisi hipnosis) bervariasi tergantung dari situasi, kondisi, dan keadaan hipnosis yang dilalui oleh suyet. 
Mereka yang memasuki keadaan hipnosis dalam (deep trance) biasanya memiliki sugesti yang lebih baik dibandingkan dengan yang terhipnosis ringan (light trance).

Mengenal Cara Kerja Otak Manusia Dalam Konteks Hipnosis

Manusia memiliki 2 buah otak, yaitu otak besar (otak kanan) dan kecil (otak kiri). Fungsi otak besar yaitu menyimpan memori visual, pengalaman, seni, kreativitas, kepercayaam, sugesti, dan imajinasi. Fungsi otak kecil yaitu mencerna hal-hal yang dianggap sebagai kecerdikan atau analisis, ibarat urutan angka dan abjad, siang dan malam, serta aneka macam hal logis lainnya.
Manusia sering menggunakan otak kiri dalam berfikir dan mengambil keputusan. Kemampuan otak kiri hanya sekitar 12% dari total fungsi otak. Salah satu fungsi otak kanan yaitu netral, yaitu selalu mendapatkan semua input serta merekamnya di dalam memori. Artinya, otak kanan (subconscious) akan merekam segala hal yang nyata atau negatif, baik atau buruk, sebelum disaring di otak kiri dan dicerna kebenarannya. Dalam pikiran bawah sadar tersimpan semua ingatan, kebiasaan, kepribadian, citra diri, dan pikiran atau imajinasi. 
Berikut pola bagaimana otak kanan selalu mendapatkan setiap input yang masuk tanpa menyaringnya. Seilahkan tarik nafas Anda dalam-dalam dan perlahan, tutup kedua mata Anda dan katakan secara terus-menerus serta berulang-ulang dalam hati (pikiran).
  1. Jangan pikirkan seeokor ‘tikus hitam’
  2. Jangan pikirkan seekor ‘tikus hitam berbaju merah’
  3. Jangan pikirkan seekor ‘tikus hitam berbaju merah’ dan ‘bereekor hijau’

Apa yang terjadi?? Apakah dalam pikiran Anda gres saja terlintas gambaran tentang ‘tikus hitam berbaju merah’ dan ‘bereekor hijau’?? Hal tersebut terjadi alasannya sifat otak kanan begitu lugu dan mendapatkan semua input yang didengar, dilihat serta dirasa walaupun tolong-menolong mengatakan ‘tidak’.
Hal serupa bisa terjadi ketika Anda diajarkan atau mengajarkan kepada belum dewasa sewaktu kecil. Sering sekali kita mengatakan, “Jangan nakal, jangan lari-lari, jangan kurang ajar, jangan lompat-lompat, dan sebagainya”. Apakah ketika mengatakan larangan tersebut anak Anda menjadi nakal, kurang ajar, serta melompat-lompat?? Jika jawabannya ‘iya’ mulai sekarang ubah cara pengajaran Anda. Gunakan kata-kata nyata seperti, “anak baik berhenti, anak baik menuruti kata orang tua, anak baik duduk diam, dan sebagainya”.
Hal ini terjadi alasannya pada ketika anak masih kecil (di bawah 12 tahun) ‘gerbang pikiran’ (reticular activation system) belum berfungsi dengan baik dan mendapatkan semua perkataan yang didengarnya.

Bagaimana Informasi Masuk Ke Dalam Pikiran Kita??

Pengalaman harian yang Anda dapatkan memalui pancaindra antara lain sebagai berikut. 
  1. Visual, yaitu indra penglihatan
  2. Audio, yaitu indra pendengaran
  3. Kinestik, yaitu indra perasa (panas dan dingin)
  4. Gustatory, yaitu indra lidah (asin,manis,pahit, dan sebagainya)
  5. Olfactory, yaitu indra penciuman (bau, wangi dan sebagainya)

Pengalaman yang diperoleh melalui pancaindra masuk melalui pikiran sadar (concious) dan disaring melalui sebuah filter reticular activating system (RAS) sebelum hasilnya masuk ke dalam progam alam bawah sadar (subconscious). RAS memiliki kegunaan melindungi Anda dari informasi yang tidak beguna dan berlebihan semoga pikiran tetap normal. 
Waktu masih kecil Anda belum mengetahui bila api itu panas. Kebanyakan merasa takut pada api setelah mencicipi jari terbakar oleh panasnnya api. Pengalaman kaget oleh panasnya api tersebut masuk secara sadar melalui indra kiestetik dan menjadi sebuah progam bawah sadar, bahwa api yaitu panas serta berbahaya.
Anda juga bisa mencoba melalukan hipnosis sederhana terhadap Anda Anda (untuk di bawah usia 12 tahun). Coba perhatikan ketika anak Anda terjatuh ketika berlari, apa yang biasanya Anda katakan?? “Aduh kasian”. “hati-hati”, serta “tuh kan sakit”. Kata-kata tersebut kemungkinan besar anak Anda akan pribadi menangis alasannya kesakitan.
Sekarang lakukan sebaliknya. Ketika anak Anda jatuh, coba pribadi bertepuk tangan dan katakan, “horee, wah hebat” atau “ha…ha…ha.. lucu”. Lihat apa yang terjadi?? Kemungkinan besar anak Anda akan ikut tertawa dan melupakan rasa sakitnya. Hal ini terjadi alasannya pada ketika terjatuh, anak akan merasa kaget dan RAS-nya terbuka sehingga dapat pribadi mendapatkan sugesti yang diberikan.
Kondisi hipnosis yang masuk ke dalam pikiran bawah sadar semenjak kecil perlahan-lahan akan menjadi sebuah kebiasaan hidup. Menurut sebuah penelitian, hal-hal yang dilalakukan secara berulang-ulang selama 21 kali sangat berpotensi menjadi kebiasaan yang permanen. Contohnya, kebiasaan memakai baju. Jika terbiasa memasukkan lengan kanan dahulu, sekarang cobalah memasukkan lengan kiri dahulu (begitu juga sebaliknya). Apakah ada hal yang aneh??
Kebiasaan semenjak kecil inilah yang telah mensugesti pikiran kita. Begitu juga dengan kebiasaan buruk (merokok, makan banyak, dan sebagainya) yang dilakukan selama ini. Jika Anda tidak melaksanakan kebiasaan tersebut, maka pikiran Anda merasa tidak nyaman (tegang).
Sebaliknya, teknik yang sama juga dapat digunakan sebagai hipnoterapi untuk mengubah perilaku buruk seseorang untuk menjadi lebih baik, ibarat kebiasaan merokok, marah, malas, paranoid, tidak percaya diri, susah tidur, dan sebagainya.

Sekian artikel saya tentang

dasar-dasar dalam melaksanakan hipnosis yang harus diketahui