Ini yang menyebabkan mengapa bisa lupa


Home – Lupa?? Ya, penyakit ini dapat menimpa siapa saja tanpa batasan umur. Siapa saja pernah lupa, baik laki-laki atau perempuan, baik muda ataupun tua. Akan tetapi, lupa ada positifnya juga loo.. Lupa bayar utang misalnya hahaha…
Oke, balik ke topik ^^ Lupa itu berkaitan dengan memori. Memori yakni ingatan terhadap isu yang dapat berupa kejadian, fakta, dan pengetahuan. Dalam hidup insan memori memegang peranan sangat penting alasannya modal dasar untuk berpikir dan mengatasi masalah.
Secara medis, lupa atau tidak ingat merupakan ketidakmampuan seseorang untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam memori otaknya. Beberapa hal bisa menjadi penyebab seseorang mudah lupa menyerupai terlalu banyak isu yang diterima oleh otak (overload), adanya penyakit yang menimbulkan lupa atau kondisi lainnya. 

Teori Tentang Lupa

Salah seorang peneliti memori terkemuka dikala ini, Elizabeth Loftus, telah menemukan empat alasan utama mengapa orang lupa: kegagalan mengambil informasi, memori-memori yang ada saling mengganggu, kegagalan untuk menyimpan informasi, dan termotivasi untuk melupakan.
  1. Kegagalan mengambil informasi. Pernahkah Anda mau mengatakan sesuatu yang sudah di ujung pengecap tetapi sulit mengatakannya? Itulah kegagalan mengambil informasi. Hal ini dapat dijelaskan dengan Teori Pengikisan (Decay Theory). Teori ini menyatakan bahwa setiap isu gres diperoleh, ini akan meninggalkan jejak di gudang memori kita (di otak). Lama-lama jejak itu berangsur-angsur akan menghilang kalau tidak digunakan dan dilatih.
  2. Memori-memori yang ada saling mengganggu. Ini dapat dijelaskan dengan Teori Interferensi (Interferance Theory). Teori Interferensi menyampaikan bahwa beberapa kenangan bersaing dan mengganggu kenangan lainnya. Gangguan terjadi terutama pada kenangan-kenangan yang mirip. Misalnya, Anda pernah berkenalan dengan seseorang lalu ingatan Anda bekerja. Suatu hari Anda bertemu dengan seseorang yang memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan kenalan yang pertama. Anda lupa apakah orang yang Anda temui terakhir ini yakni kenalan yang dulu atau bukan. Contohnya, Anda berkenalan dengan seseorang dengan nama Judi, pada dikala bersamaan Anda berkenalan juga dengan seseorang yang berjulukan Juli. Seminggu kemudian, Anda bertemu dengan orang yang sama, tapi Anda lupa namanya tanggapan adanya kesamaan informari yang diterima. Apakah orang tersebut berjulukan Judi atau Juli.
  3. Kegagalan untuk menyimpan informasi. Kadang-kadang isu yang hilang bukan alasannya lupa, melainkan alasannya terjadi kegagalan pada dikala isu hendak disimpan di gudang memori jangka panjang. Misalnya, ibu berpesan kepada Anda bahwa nanti sepulang Anda dari kuliah diminta membeli bola lampu untuk mengganti lampu kamar mandi yang mati. Saat ibu berpesan Anda sedang sibuk menyemir sepatu, mencari buku yang hendak dibawa ke kampus, mencari-cari kunci sepeda motor. Saat Anda pulang kuliah Anda lupa pesan ibu tadi. Di sini terjadi kegagalan menyimpan informasi, menurut Teori Kegagalan untuk menyimpan isu (Encoding Failure Theory).
  4. Termotivasi untuk melupakan. Pernahkah Anda patah hati atau mengalami peristiwa menyakitkan hati lainnya yang menurut orang lain tidak mungkin akan terlupakan? Pengalaman traumatis pasti ingin dilupakan oleh kebanyakan orang. Banyak orang bersusah-payah untuk melupakan kenangan-kenangan pahit dengan menghindari tempat-tempat tertentu, lagu-lagu tertentu, kata-kata tertentu. Motivasi untuk melupakan yang berpengaruh dapat membuat orang lupa pada memori tertentu. Ini dijelaskan dalam Teori Motivasi untuk melupakan (Motivated Forgetting Theory).

(opinimarjinal.blogdetik)

Sekian artikel aku tentang

hal-hal yang membuat seseorang bisa lupa

Lanjut lagi yaa baca artikelnnya tentang