1. Kepribadian dan Belajar
Kepedulian utama dari Skinner yaitu mengenai perubahan tingkah laku. Makara hakikat teori Skinner yaitu teori belajar, bagaimana individu menjadi memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu.

Kehidupan terus-menerus dihadapkan dengan situasi eksternal yang baru, dan organisme harus berguru merespon situasi gres itu memakai respon lama atau memakai respon yang gres dipelajari. Dia yakin bahwa kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan pertimbangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya. Cara efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku yaitu dengan melaksanakan penguatan, suatu taktik aktivitas yang membuat tingkah laku tertentu berpeluang untuk terjadi atau sebaliknya pada masa yang akan datang. Konsep dasarnya sangat sederhana yakni bahwa semua tingkah laku dapat dikontrol oleh konsekuensi tingkah laku itu. 
2. Generalisasi dan Deskriminasi Stimulus
Generalisasi stimulus yaitu proses timbulnya respon dari stimulus yang seakan-akan dengan stimulus yang mestinya mengakibatkan respon itu. Sedangkan diskriminasi stimulus yaitu kemampuan untuk membedakan stimulus, sehingga stimulus itu tidak diberi respon, walaupun seakan-akan dengan stimulus yang diberi penguat. Generalisasi dan diskriminasi sangat penting sebagai sarana belajar, karena bila keduanya tidak ada, orang tidak berguru sama sekali. Kita selalu berguru dari permulaan, dan kita terus menerus akan berguru tingkah laku gres bila tidak ada generalisasi, karena tidak ada orang yang dapat berada dalam situasi yang sama persis dan melaksanakan respon yang sama persis pula.
Menurut Skinner, generalisasi stimulus itu memiliki arti penting bagi integritas tingkah laku individu. Tanpa adanya generalisasi stimulus, tingkah laku individu akan terbatas dan tidak terintegritas, yang menyebabkan individu tersebut harus selalu mengulang-ulang pembelajarannya, bagaiman bertingkah laku secar layak. Disamping generalisasi stimulus, menurut Skinner individu membuatkan tingkah laku adaptif atau pembiasaan diri melalui kemampuan membedakan atau diskriminasi stimulus. Deskriminasi stimulus merupakan kebalikan dari generalisasi stimulus, yakni suatu proses berguru bagaimana merespons secara sempurna terhadap banyak sekali stimulus yang berbeda. Menurut Skinner, kemampuan mendiskriminasikan stimulus itu pada setiap orang tidaklah sama. 
3. Tingkah Laku Kontrol Diri
Prinsip dasar pendekatan Skinner adalah: Tingkah laku disebabkan dan dipengaruhi oleh variable eksternal. Tidak ada sesuatu dalam diri manusia, tidak ada bentuk aktivitas internal, yang menghipnotis tingkah laku. Namun betapapun kuatnya stimulus dan penguat eksternal, insan masih dapat mengubahnya memakai proses kontrol diri. Pengertian kontrol diri ini bukan mengontrol kekuatan dalam diri, tetapi bagaimana diri mengontrol variable-variabel luar yang menentukan tingkah laku. Tingkah laku tetap ditentukan oleh variable luar, namun dengan cara kontrol diri berikut, pengaruh variable itu dapat diperbaiki-diatur atau dikontrol.