Behaviorisme yaitu suatu pandangan ilmiah perihal tingkah laku manusia. Dalil dasarnya yaitu bahwa tingkah laku itu tertib dan bahwa eksperimen yang dikendalikan dengan cermat akan menyingkapkan hukum-hukum yang mengendalikan tingkah laku. Behaviorisme ditandai oleh sikap membatasi metode-metode dan prosedur prosedur pada data yang dapat diamati.

Pendekatan behavioristik tidak menguraikan asumsi-asumsi filosofis perihal insan secara langsung. Setiap orang dipandang memiliki kecenderungan-kecenderungan positif dan negatif yang sama. Manusia pada dasarnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan sosial dan budayanya. Segenap tingkah laku insan itu dipelajari. Meskipun berkeyakinan bahwa segenap tingkah laku pada dasarnya merupakan hasil dari kekuatan-kekuatan lingkungan dan faktor-faktor genetik, para behavioris memasukkan pembuatan putusan sebagai salah satu bentuk tingkah laku. Pandangan para behavioris perihal insan sering kali didistorsi oleh penguraian yang terlampau menyederhanakan perihal individu sebagai bidak nasib yang tak berdaya semata-mata ditentukan oleh pengaruh-pengaruh lingkungan dan keturunan dan dikerdilkan menjadi sekedar organisme pemberi respons. Terapi tingkah laku kontemporer bukanlah suatu pendekatan yang sepenuhnya deterministik dan mekanistik, yang menyingkirkan potensi para klien untuk memilih. Hanya para “behavioris yang radikal” yang menyingkirkan kemungkinan menentukan diri dari individu.
Nye (1975) dalam pembahasannya perihal behaviorisme radikal-nya B.F. Skinner, menyebutkan bahwa para behavioris radikal menekankan insan sebagai dikendalikan oleh kondisi-kondisi lingkungan. Pendirian deterministik mereka yang besar lengan berkuasa berkaitan erat dengan janji terhadap pencarian pola-pola tingkah laku yang dapat diamati. Mereka menjabarkan melalu rincian spesifik aneka macam faktor yang dapat diamati yang menghipnotis berguru serta membuat argumen bahwa insan dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan eksternal.
Pandangan “behaviorisme radikal” tidak memberi daerah kepada asumsi yang menyebutkan bahwa tingkah laku insan dipengaruhi oleh pilihan dari kebebasan. Filsafat behavioristik radikal menolak konsep perihal individu sebagai distributor bebas yang membentuk nasibnya sendiri. Situasi-situasi dalam dunia objektif masa lampau dan hari ini menentukan tingkah laku. Lingkungan yaitu pembentuk utama keberadaaan manusia.
John Watson, pendiri behaviorisme, yaitu seorang behavioris radikal yang pernah menyatakan bahwa ia mampu mengambil sejumlah bayi yang sehat dan menyebabkan bayi-bayi itu apa saja yang diinginkannya dokter, andal hukum, seniman, perampok, pencopet, melalui bentukan lingkungan. Jadi, Watson menyingkirkan dari psikologi konsep-konsep ibarat kesadaran, determinasi diri, dan aneka macam fenomena subjektif lainnya. Ia mendirikan suatu psikologi perihal kondisi-kondisi tingkah laku yang dapat diamati. Marquiz (1974) menyatakan bahwa terapi tingkah laku itu ibarat keahlian teknik dalam arti ia menerapkan informasi-informasi ilmiah guna menemukan pemecahan-pemecahan teknis atas maslah-masalah manusia. Jadi, behaviorisme berfokus pada bagaimana orang-orang berguru dan kondisi-kondisi apa saja yang menentukan tingkah laku mereka.